Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara

Banjir merendam 15 desa dan kelurahan di 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Banjir akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, pada Minggu (1/2). (Sumber foto: BPBD Kabupaten Karawang)
: Tim gabungan BPBD dan relawan saat melakukan asesmen dan evakuasi warga di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi, Minggu (1/2/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Update Penanganan Bencana

BNPB juga memutakhirkan data penanganan bencana yang telah berlangsung sebelumnya:

Kabupaten Karawang: Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya telah berlangsung delapan hari, merendam 15 desa dan berdampak pada 11.924 jiwa.

Kabupaten Bekasi: Banjir melanda 45 desa. Terdapat dua korban jiwa meninggal dunia akibat epilepsi saat berenang. Tren genangan air dilaporkan mulai menurun.

Halmahera Barat: Penanganan pascabanjir dan longsor sejak awal Januari terus dilakukan. Akses transportasi darat menuju Kecamatan Loloda kini sudah dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga: Update Bencana 24 Januari 2026: Banjir Terjang Bogor hingga Sumbawa, BNPB Ingatkan Cuaca Ekstrem

Merespons tingginya intensitas bencana hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air,” tulis BNPB dalam laporannya.

Pemerintah daerah diharapkan memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir guna meminimalisir dampak korban jiwa dan materiil.

(*Red)