Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat Indonesia kerap membandingkan manfaat kesehatan antara gula aren dan gula jawa sebagai alternatif pengganti gula putih rafinasi untuk kebutuhan masakan sehari-hari.
Pemahaman mendalam terkait profil nutrisi dari kedua jenis pemanis tradisional ini sangat penting untuk membantu konsumen memilih opsi yang paling menyehatkan.
Baca Juga: Gula Aren Atau Jawa, Mana yang Lebih Sehat?
Petani memproduksi gula aren dengan menggunakan bahan baku berupa cairan nira yang disadap langsung dari pohon enau atau Arenga pinnata.
Cairan nira tersebut kemudian direbus secara terus-menerus dalam suhu tinggi hingga mengental dan mengkristal dengan sempurna.
Proses pengolahan yang sangat minimal ini membuat gula aren mampu mempertahankan berbagai nutrisi esensial di dalamnya.
Sementara itu, para produsen membuat produk gula kelapa atau gula jawa dengan memanfaatkan bahan dasar nira dari pohon kelapa atau Cocos nucifera.
Proses pembuatan pemanis kelapa ini terkadang melibatkan penambahan bahan lain atau proses filtrasi ekstra saat tahapan perebusan nira.
Tahapan tambahan pada pengolahan nira kelapa ini pada akhirnya menyebabkan sedikit penurunan jumlah kandungan nutrisi pada produk akhirnya.
Berdasarkan perbandingan mineral dan antioksidan, pemanis dari pohon enau memiliki kandungan gizi yang jauh lebih kaya untuk menunjang kesehatan tubuh manusia.





















