Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kondisi gula darah tinggi terjadi ketika tubuh gagal memproduksi insulin secara cukup. Tubuh Anda juga bisa kehilangan kemampuan menggunakan insulin tersebut secara efektif.
Insulin merupakan hormon penting. Hormon ini membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh. Sel tubuh kemudian mengubah glukosa tersebut menjadi energi.
Ketiadaan insulin membuat glukosa menumpuk pada aliran darah. Penumpukan ini memicu lonjakan kadar gula darah di atas batas normal.
Baca Juga:Â Tanpa Obat Kimia, Ini 10 Makanan Super Ampuh Atasi Darah Tinggi yang Wajib Ada di Dapur
Anda wajib mengatasi masalah ini melalui pendekatan komprehensif. Anda harus mengubah gaya hidup dan menggunakan intervensi medis jika perlu.
Kenali Gejala Awal dan Pemicu Utamanya
Kadar gula darah tinggi selalu menimbulkan beberapa gejala spesifik. Anda harus mengenali tanda ini untuk melakukan deteksi dini.
Penderita sering merasa haus parah atau polidipsia. Pasien juga membuang air kecil secara terus-menerus terutama pada malam hari atau poliuria.
Orang tersebut memiliki nafsu makan tinggi atau polifagia namun mengalami penurunan berat badan secara drastis.
Penderita turut merasakan kelelahan ekstrem dan mengalami pandangan mata kabur. Luka pada kulit pasien menjadi sangat sulit sembuh.
Pasien rentan mengalami infeksi jamur berulang serta sensasi mati rasa pada tangan dan kaki. Banyak faktor memicu lonjakan glukosa ini. Anda mungkin memiliki pola makan buruk yang tinggi gula dan karbohidrat olahan.
Kurangnya aktivitas fisik dan tingkat stres tinggi juga memperburuk kondisi Anda. Pemicu lainnya meliputi waktu kurang tidur, obesitas, riwayat genetik diabetes, dan sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Penggunaan obat kortikosteroid juga berpotensi menaikkan kadar gula darah Anda.
















