Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kondisi mabuk alkohol atau hangover sering mengganggu aktivitas harian seseorang setelah mengonsumsi minuman keras secara berlebihan.
Anda biasanya merasakan kondisi menyiksa ini beberapa jam setelah berhenti minum saat kadar alkohol dalam darah mulai menurun drastis menuju angka 0.
Tingkat keparahan mabuk ini sangat bergantung pada jumlah alkohol dan respons tubuh masing-masing individu.
Baca Juga:Â Mobil Pemudik Ditabrak Pemotor Diduga Mabuk dalam Kecelakaan di Bengkayang
Pasien biasanya merasakan sakit kepala berdenyut, mual hebat, hingga memuntahkan isi perut. Penderita juga mengalami pusing berputar atau vertigo dan merasakan kelelahan ekstrem.
Anda turut mengalami dehidrasi parah yang memicu rasa haus berlebihan. Cahaya dan suara bising membuat penderita merasa sangat sensitif dan tidak nyaman.
Kondisi ini juga memicu nyeri otot, kecemasan berlebih, hingga merusak suasana hati Anda sepanjang hari.
Proses Racun Alkohol Merusak Kondisi Tubuh
Alkohol memiliki sifat diuretik yang memaksa tubuh membuang cairan lebih cepat dari batas normal.
Kondisi dehidrasi inilah yang memicu rasa haus, sakit kepala, dan pusing yang Anda alami. Minuman keras ini juga mengiritasi lapisan lambung dan usus sehingga perut terasa mual dan nyeri.
Proses metabolisme alkohol turut menghasilkan racun berbahaya bernama asetaldehid yang merusak sel dan jaringan tubuh Anda.
Alkohol juga mengacaukan kualitas tidur yang membuat Anda merasa kelelahan pada keesokan harinya.
Anda wajib menghindari minuman berkafein seperti kopi dan minuman energi karena sifat diuretik tersebut akan memperparah kondisi dehidrasi.
Kafein juga berisiko meningkatkan detak jantung dan memperburuk kecemasan. Anda juga dilarang mengonsumsi minuman bersoda karena gas di dalamnya menyebabkan perut kembung dan memperparah iritasi lambung.














