Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat bersama tim gabungan memusnahkan 1.653 butir narkotika jenis ekstasi hasil pengungkapan kasus jaringan perbatasan di Pontianak pada Rabu (13/5/2026).
Kepala BNNP Kalimantan Barat Brigjen Pol Totok Lisdarto memimpin langsung proses pemusnahan barang bukti kejahatan tersebut bersama unsur TNI dan Bea Cukai.
“Barang bukti yang dimusnahkan hari ini berupa narkotika golongan I jenis MDMA sebanyak 1.653 butir dengan berat netto 615,77 gram,” kata Totok Lisdarto.
Totok menjelaskan bahwa seluruh barang haram tersebut berasal dari satu laporan kasus narkotika yang melibatkan dua orang tersangka.
Baca Juga: Kodam XII/Tpr Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkoba Asal Bengkayang ke BNNP Kalbar
Sebelum pemusnahan dilakukan, petugas telah melakukan penimbangan di Unit Pelaksana Teknis Metrologi Pontianak untuk mendapatkan berat bersih barang bukti secara akurat.
Petugas menyisihkan enam butir dari total tangkapan awal sebanyak 1.659 butir ekstasi untuk keperluan uji laboratorium dan pembuktian di proses persidangan.
Kasus penyelundupan ekstasi Bengkayang ini terungkap melalui operasi penyergapan oleh personel Pos Siding di Desa Siding pada 21 April 2026 malam.
Dalam operasi pengamanan perbatasan tersebut, aparat menghentikan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih bernomor polisi KB 1511 KC yang terlihat mencurigakan.
Petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan menemukan satu kantong plastik berisi ribuan pil yang dipastikan sebagai narkotika jenis ekstasi.
“Kedua tersangka masing-masing berinisial Yupendri alias Yupen dan Edi Susanto alias Edi kemudian diamankan bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Barang bukti tersebut sempat diperiksa secara silang bersama tim Bea Cukai Jagoi Babang sebelum akhirnya dilimpahkan ke BNNP Kalimantan Barat untuk proses penyidikan.
Tingginya intensitas peredaran barang terlarang ini membuktikan bahwa wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia masih menjadi titik rawan kejahatan transnasional.





















