Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat Indonesia sering menggunakan gula aren dan gula jawa sebagai pemanis alami masakan. Banyak orang menganggap 2 jenis pemanis tradisional ini jauh lebih baik daripada gula putih rafinasi.
Anda harus memahami profil nutrisi keduanya secara mendalam. Pemahaman ini membantu Anda memilih pemanis yang paling menyehatkan bagi tubuh.
Asal Usul dan Proses Pembuatan
Petani membuat gula aren menggunakan cairan nira dari pohon enau atau Arenga pinnata. Mereka merebus cairan nira tersebut hingga mengental dan mengkristal secara sempurna. Proses pengolahan minimal ini membantu gula aren mempertahankan berbagai nutrisi esensial.
Baca Juga: Berapa Jam Wajib Puasa Sebelum Cek Gula Darah?
Sementara itu, produsen membuat gula jawa menggunakan nira dari pohon kelapa atau Cocos nucifera. Mereka terkadang menambahkan bahan lain atau melakukan proses filtrasi saat merebus nira kelapa tersebut.
Proses tambahan pada pembuatan gula jawa ini akhirnya sedikit mengurangi kandungan nutrisi pada hasil akhirnya.
Perbandingan Mineral dan Antioksidan
Gula aren memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih kaya bagi kesehatan tubuh Anda. Pemanis alami ini menyimpan zat besi, kalium, magnesium, seng, dan ragam vitamin B. Gula aren juga mengandung tingkat antioksidan yang lebih tinggi berkat proses pengolahannya yang sangat minimal.
Di sisi lain, gula kelapa atau gula jawa tetap memberikan asupan mineral serupa bagi tubuh. Namun, pemanis kelapa ini memiliki jumlah mineral dan antioksidan yang sedikit lebih rendah daripada gula aren.
















