Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Ribuan masyarakat adat dari tiga wilayah di Kalimantan Barat tumpah ruah memadati kawasan Rumah Adat Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Kehadiran mereka tak lain untuk merayakan puncak tradisi agraris tahunan masyarakat Dayak, yakni Naik Dango ke-41, yang dilangsungkan sejak tanggal 25 hingga 28 April 2026.
Perayaan tahun ini menjadi momen berkumpulnya masyarakat lintas wilayah yang mencakup Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Mempawah.
Mengusung tema tentang revitalisasi dan adaptasi budaya di tengah arus globalisasi, pergelaran ini menjadi ruang penegasan identitas kebudayaan suku Dayak yang menolak tergerus oleh laju modernisasi.
Baca Juga: Pusatkan Perayaan di Desa Lingga, Naik Dango ke-41 Jadi Ajang Pembuktian Eksistensi Tradisi Dayak
Secara filosofis, Naik Dango merupakan ritual komunal yang menyimbolkan ungkapan rasa syukur mendalam kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Kuasa).
Syukur ini dipanjatkan atas melimpahnya hasil panen padi yang didapat masyarakat, sekaligus wujud doa agar siklus pertanian di tahun mendatang kembali membawa keberkahan.
Menyoroti urgensi dari perayaan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Ewinalgo, menyebut bahwa tradisi ini memiliki nilai ganda.
Selain bermakna spiritual yang kuat, festival budaya ini adalah benteng pertahanan eksistensi masyarakat adat.
“Naik Dango ini sebagai ucapan syukur atas berkat hasil panen padi yang didapat, sekaligus harapan agar di tahun mendatang hasil panen semakin baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian adat dan budaya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ungkap Ewinalgo.
Ia memaparkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus globalisasi yang dapat menggeser nilai-nilai lokal.
Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda sangat krusial.
Melalui tradisi tahunan ini, generasi penerus diharapkan dapat terus mengenal, memahami, dan mempraktikkan warisan leluhurnya.
Selama empat hari pelaksanaannya, Naik Dango ke-41 tidak hanya diisi dengan ritual inti, tetapi juga dimeriahkan dengan beragam rangkaian atraksi seni dan pameran budaya.
Hal ini turut mempererat tali persaudaraan antarwarga di Kalimantan Barat lewat semangat keberagaman dan kebersamaan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Ribuan Penonton Padati Rumah Radakng, Grup Musik Orkes Bahagia Meriahkan Perhelatan Naik Dango
(Mira)
















