Jatuh dari Perahu Kayu, Pria 47 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Kapuas di Sanggau

"Diduga hilang keseimbangan saat bekerja, seorang pria berusia 47 tahun terjatuh dari perahu dan tenggelam di Sungai Kapuas. Tim SAR gabungan kini lakukan pencarian."
Diduga hilang keseimbangan saat bekerja, seorang pria berusia 47 tahun terjatuh dari perahu dan tenggelam di Sungai Kapuas. Tim SAR gabungan kini lakukan pencarian. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Ketenangan warga Dusun Lalang, Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau berubah menjadi kepanikan usai seorang warga bernama Dedi Kartika (47) dilaporkan hilang di perairan Sungai Kapuas.

Pria tersebut diyakini tenggelam setelah terjatuh dari atas perahu kayunya pada Selasa (28/4) sore.

Insiden nahas ini diperkirakan terjadi pada pukul 14.50 WIB.

Saat itu, korban diketahui tengah beraktivitas dan bekerja di atas perahu kayunya yang bersandar di aliran sungai.

Baca Juga: Jatuh dari Perahu Kayu, Pria 47 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Kapuas di Sanggau

Diduga karena kehilangan keseimbangan, korban tergelincir dan langsung tercebur ke dalam derasnya arus Sungai Kapuas tanpa sempat menyelamatkan diri.

Menyadari hilangnya korban, warga setempat segera melakukan upaya pencarian darurat dengan menyisir area di sekitar titik jatuhnya korban. Sayangnya, hingga langit gelap, proses pencarian mandiri tersebut sama sekali tidak menemukan titik terang.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan adanya insiden kecelakaan air tersebut. Ia menuturkan bahwa laporan darurat baru ditindaklanjuti secara penuh pada keesokan harinya mengingat kendala waktu dan jarak tempuh.

“Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh masyarakat setempat, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan,” terang Junetra pada Rabu (29/4).

Sebagai langkah respons cepat, satu tim penyelamat (rescue team) telah diberangkatkan dari Kantor SAR Pontianak menuju titik koordinat kejadian yang berjarak sekitar 111 kilometer.

Guna membelah arus sungai dan memperluas area pencarian, tim dibekali dengan satu unit perahu karet (rubber boat).

Kini, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) tengah berlangsung secara intensif dengan melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, aparat kepolisian setempat, serta masyarakat sekitar.

Tim terus melakukan penyisiran di permukaan sungai dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir maupun para pekerja yang menggantungkan hidupnya di atas perairan.

Keselamatan diri wajib menjadi prioritas mutlak, salah satunya dengan tidak menyepelekan penggunaan alat pelindung seperti jaket pelampung (life jacket) saat beraktivitas di jalur sungai.

Baca Juga: Pejalan Kaki Asal Bangka Belitung Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Sanggau

(Mira)