Waspada Kalori Gula Merah Pemicu Perut Buncit

Ilustrasi - Ternyata gula merah punya kalori yang hampir setara gula pasir. Simak alasan mengapa pemanis alami ini tetap bisa bikin gemuk jika Anda salah takar. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Ternyata gula merah punya kalori yang hampir setara gula pasir. Simak alasan mengapa pemanis alami ini tetap bisa bikin gemuk jika Anda salah takar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pemanis alami seringkali menipu mata dengan klaim kesehatan yang membuat Anda mengabaikan risiko kenaikan berat badan secara drastis. Kandungan energi dalam gula merah ternyata hampir setara dengan gula pasir sehingga penggunaan yang serampangan tetap mengancam lingkar pinggang Anda.

Anda perlu memantau takaran setiap sendok yang masuk ke dalam tubuh guna mencegah penumpukan cadangan lemak yang tidak diinginkan.

Kesadaran dalam mengontrol asupan manis menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang mendambakan bentuk tubuh ideal serta kesehatan metabolisme jangka panjang.

Baca Juga: Waspada Diabetes, Kenali 9 Tanda Tubuh Kelebihan Gula Berikut Ini

Fakta Angka Di Balik Manisnya Gula Jawa

Satu sendok teh gula merah mengandung sekitar 15 hingga 20 kalori yang berasal langsung dari karbohidrat sederhana tanpa serat. Dalam takaran seratus gram, pemanis ini menyumbang energi sebesar 380 kkal yang membuktikan bahwa ia bukanlah bahan makanan rendah kalori.

Tubuh tetap memproses glukosa dan sukrosa dari gula merah sebagai sumber bahan bakar cepat yang memicu lonjakan kadar gula darah. Anda sebaiknya membatasi penggunaan pemanis ini dalam racikan kopi atau kue agar tidak membebani kerja hormon insulin setiap harinya.

Jangan Terkecoh Kandungan Mineral Mikro

Proses pengolahan yang minim memang membuat gula merah masih menyimpan sisa mineral alami seperti zat besi dan kalsium. Nutrisi tambahan ini memberikan sedikit nilai lebih daripada gula rafinasi yang sudah kehilangan seluruh zat aslinya selama proses pemurnian kimiawi.

Namun, jumlah mineral tersebut sangatlah kecil sehingga tidak mampu menutupi dampak buruk dari kelebihan asupan gula harian Anda. Anda tidak boleh menggunakan alasan kesehatan mineral sebagai pembenaran untuk mengonsumsi pemanis ini dalam porsi yang besar secara rutin.