Masuk Empat Besar Negara Paling Rawan, Kepala BNPB Soroti Tingginya Risiko Bencana di Indonesia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, saat memberikan arahan kepada para Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia dalam agenda Senior Disaster Management Training (SDMT) di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin (11/5). (Dok. HO/Faktakalbar)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, saat memberikan arahan kepada para Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia dalam agenda Senior Disaster Management Training (SDMT) di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin (11/5). (Dok. HO/Faktakalbar)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi risiko bencana paling tinggi di dunia.

Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto saat memberikan pengarahan kepada para Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Indonesia.

Baca Juga: Jajaki Kerja Sama dengan Undip BNPB Kembangkan Inovasi Teknologi Penanggulangan Bencana

Pengarahan strategis ini merupakan bagian dari agenda Senior Disaster Management Training yang digelar di Graha BNPB Jakarta pada Senin, (11/5/2026).

Suharyanto memaparkan data resmi dari Bank Dunia yang menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi secara global.

Data internasional tersebut juga secara gamblang menempatkan Indonesia pada posisi keempat sebagai negara yang paling rentan terpapar oleh dampak bencana alam.

“Indonesia peringkat ketiga sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, dan peringkat keempat negara dengan paparan bencana tertinggi di dunia,” jelas Suharyanto.

Kondisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan cincin api pasifik menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya ancaman bahaya ini.

Suharyanto mengingatkan kembali bahwa bentang alam nusantara yang indah dan kaya sumber daya juga menyimpan potensi ancaman bencana katastropik setiap saat.

Negara ini sangat rentan dilanda berbagai jenis bencana mematikan mulai dari gempa bumi skala besar, tsunami, erupsi gunung berapi aktif, hingga tanah longsor.

Dunia internasional bahkan secara terbuka menjuluki Indonesia sebagai “laboratorium bencana” karena tingginya frekuensi dan variasi kejadian alam yang merusak.

Predikat tersebut menurut Kepala BNPB bukanlah sebuah kebanggaan melainkan cambuk peringatan keras bagi seluruh pihak untuk meningkatkan level kewaspadaan.