Faktakalbar.id, BOGOR – Tanah longsor di Bogor, tepatnya di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, memakan satu korban jiwa pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bencana hidrometeorologi ini terjadi ketika korban tengah melakukan aktivitas penebangan pohon di sekitar area tebing yang rawan pergerakan tanah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa peristiwa nahas tersebut dipicu oleh kondisi tanah yang labil. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang tertimbun material longsoran.
Baca Juga:Â Hujan Ekstrem Picu Tanah Longsor di Lombok Barat, Lima KK Mengungsi ke Rumah Kerabat
Setelah proses pencarian yang intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari yang sama sekitar pukul 17.25 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya kemudian langsung dievakuasi serta diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Bencana tanah longsor di Bogor ini menambah daftar kejadian mematikan akibat cuaca ekstrem di Jawa Barat. BNPB melalui Direktorat Koordinasi dan Pengendalian Operasi mencatat bahwa bencana hidrometeorologi basah seperti luapan air dan longsor masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (6/5/2026) pagi.
Memasuki periode peralihan musim, intensitas curah hujan yang meningkat menjadi faktor pemicu utama kerawanan. Kondisi tanah yang jenuh air, terutama di daerah lereng dan perbukitan, menjadi sangat rentan mengalami longsor yang mengancam keselamatan warga sekitar.
















