Nasional  

Banjir di Morowali Utara Rendam Puluhan Rumah dan Belasan Hektar Sawah Warga

Kondisi banjir yang menggenangi permukiman dan lahan persawahan warga di Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (4/5). (Dok. BPBD Kabupaten Morowali Utara)
Kondisi banjir yang menggenangi permukiman dan lahan persawahan warga di Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (4/5). (Dok. BPBD Kabupaten Morowali Utara)

Faktakalbar.id, MOROWALI UTARA – Banjir merendam puluhan rumah dan belasan hektar lahan persawahan milik warga di Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (4/5).

Bencana hidrometeorologi ini terjadi menyusul turunnya hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut di tengah masa peralihan musim pancaroba.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Bogor Rendam Ratusan Rumah Imbas Proyek Normalisasi Kali

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan yang menyatakan bahwa peristiwa banjir di Morowali Utara secara spesifik menerjang tiga desa utama di Kecamatan Soyo Jaya.

Ketiga wilayah desa yang terdampak luapan air tersebut adalah Desa Tamainusi, Desa Tandayondo, dan Desa Bau.

Curah hujan ekstrem dalam rentang waktu yang lama menyebabkan debit air sungai setempat meningkat tajam hingga meluap ke kawasan permukiman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara melaporkan sebanyak 82 orang warga terdampak langsung oleh genangan air ini. Selain berdampak pada warga, BPBD juga mencatat serangkaian kerugian materiil di lokasi kejadian.

Sedikitnya 30 unit rumah warga serta satu bangunan fasilitas ibadah dilaporkan terendam genangan. Sektor pertanian masyarakat mengalami kerugian signifikan lantaran 15 hektar lahan persawahan ikut terdampak. Bahkan, sebanyak 2,7 ton bibit padi milik petani dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di Morowali Utara tersebut.

Memasuki Senin sore, pantauan kondisi debit air di sejumlah wilayah menunjukkan situasi yang bervariasi. Di Desa Tamainusi, air dilaporkan masih bertahan menggenangi permukiman dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Di Desa Tandoyondo, debit air terpantau justru mengalami penambahan. Namun, kondisi membaik terlihat di Desa Bau, di mana genangan banjir dilaporkan telah surut sepenuhnya.