Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Hampir semua orang Indonesia pernah mendengar peringatan ini: “Jangan mandi malam-malam, nanti kena rematik!” Peringatan yang biasanya datang dari orang tua atau kakek-nenek ini seolah sudah menjadi hukum tidak tertulis dalam pola hidup kita.
Namun, apakah secara medis mandi di atas jam 7 malam memang menjadi biang kerok penyakit sendi tersebut?
Mari kita bedah faktanya secara jernih agar Anda tidak lagi merasa berdosa saat harus mandi setelah pulang lembur.
1. Apa Itu Rematik yang Sebenarnya?
Baca Juga: Mandi Malam, Jangan Takut! Ini 5 Manfaatnya untuk Tubuh dan Pikiran
Secara medis, rematik bukan disebabkan oleh air atau udara dingin.
Rematik adalah istilah umum untuk peradangan sendi, yang jenis paling seringnya adalah Rheumatoid Arthritis (penyakit autoimun) atau Osteoarthritis (pengapuran sendi karena faktor usia).
Penyebab utamanya meliputi:
- Gangguan sistem imun.
- Faktor genetik.
- Cedera sendi.
- Infeksi virus atau bakteri.
2. Hubungan Dingin dan Nyeri Sendi
Jika mandi malam bukan penyebabnya, kenapa sendi terasa linu setelah mandi air dingin? Jawabannya ada pada respons fisik tubuh terhadap suhu ekstrem.
Air yang sangat dingin menyebabkan jaringan di sekitar sendi menyusut dan cairan sinovial (pelumas sendi) menjadi sedikit lebih kental.
Bagi penderita yang sudah memiliki penyakit rematik, suhu dingin akan membuat sendi terasa lebih kaku dan nyeri.
Jadi, mandi malam tidak menciptakan rematik, tapi bisa memicu kambuhnya rasa sakit pada mereka yang memang sudah mengidapnya.
















