Prioritaskan Lansia dan Warga Sakit, Pemkot Pontianak Evakuasi Korban Banjir Rob

Pemkot evakuasi 21 warga lansia dan sakit akibat banjir rob Pontianak yang kian tinggi.
Pemkot evakuasi 21 warga lansia dan sakit akibat banjir rob Pontianak yang kian tinggi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Air turun secara perlahan, dari 1,8 meter menjadi 1,7 lalu 1,6. Penurunannya tidak drastis, sehingga kita minta warga tetap waspada,” kata Edi.

Siapkan Rusunawa dan Logistik

Sebagai langkah antisipasi jika jumlah pengungsi bertambah, Pemkot telah menyiapkan lokasi cadangan seperti Rusunawa Nipah Kuning dan aula kecamatan di wilayah timur serta utara.

Baca Juga: Tetapkan Status Siaga I, Pemkot Pontianak Waspadai Puncak Banjir Rob Besok

Berdasarkan data lapangan, kawasan terparah dampak banjir rob Pontianak berada di sepanjang bantaran Sungai Kapuas, mulai dari kawasan Yuka hingga Jeruju I. Angin kencang dan ombak memperparah masuknya air ke rumah warga.

Terkait logistik, Edi menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak. Khusus lansia sakit, biaya perawatan ditanggung pemerintah melalui BPJS.

“Sejak Jumat kemarin kita sudah distribusikan bantuan logistik berupa makanan untuk kebutuhan 3–5 hari ke depan. Pemerintah kota hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Rajali (76), warga Jeruju 1 yang dievakuasi, mengaku kaget dengan ketinggian air kali ini.

“Rumah saya rendah, jadi air masuk setinggi paha. Baru kali ini tinggi, terkejut saya, karena sebelumnya belum pernah seperti ini,” tutur Rajali.

(*Red)