Suasana Haru Tabur Bunga Tandai Berakhirnya Operasi SAR Bencana Banjarnegara

Suasana haru keluarga korban saat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi bencana menandai ditutupnya operasi SAR longsor Banjarnegara, Selasa (25/11/2025).
Suasana haru keluarga korban saat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi bencana menandai ditutupnya operasi SAR longsor Banjarnegara, Selasa (25/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id
  • 4 warga mengalami luka-luka.

  • 1.019 jiwa dari 343 KK terpaksa mengungsi.

  • 206 rumah roboh atau rusak berat.

  • Infrastruktur terdampak meliputi 2 masjid, 1 musala, jalan antardesa sepanjang 800 meter, dan saluran irigasi sepanjang 670 meter.

  • Kerugian ekonomi warga meliputi hilangnya 5 ekor sapi, 125 kambing, 14 warung usaha, dan 24 kolam ikan.

Meski operasi pencarian fisik berakhir, BNPB memastikan dukungan tidak berhenti. Fokus kini beralih pada tahap pemulihan dan rehabilitasi.

“Pendampingan psikososial, pemenuhan hak keluarga korban, serta bantuan administratif bagi keluarga korban yang belum ditemukan akan terus diberikan,” tegas BNPB.

Langkah prioritas selanjutnya adalah relokasi warga dari zona merah. BNPB menargetkan penyediaan 50 unit Hunian Sementara (Huntara) tahap awal akan rampung sebelum akhir Desember.

Setelah itu, program akan berlanjut ke pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

Baca Juga: Masuki Hari Ke-10, Tim Gabungan Gelar Operasi SAR Terakhir Cari 16 Korban Longsor Banjarnegara

Sebelum lahan diratakan untuk mencegah risiko tambahan, warga diberikan kesempatan mengambil barang berharga dengan pendampingan petugas. Penyaluran santunan bagi ahli waris juga segera diproses oleh Dinas Sosial.

BNPB menutup laporannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat yang telah bergotong royong.

“Gotong royong dan solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa sulit ini. Pemulihan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga rasa aman dan keutuhan sosial masyarakat,” pungkasnya.

(*Red)