Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi banyak orang, terutama Gen Z, memiliki second account atau akun kedua di Instagram dan TikTok adalah ruang aman untuk berekspresi tanpa takut dihakimi. Menggunakan nama samaran seperti “@kentanggoreng99” sering kali dianggap cukup untuk menyembunyikan identitas asli dari keluarga atau rekan kerja. Namun, perlindungan tersebut kini berada di ujung tanduk.
Sebuah studi terbaru yang dihimpun dari The Guardian mengungkapkan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Large Language Models (LLM), kini mampu membongkar identitas asli di balik akun anonim dengan akurasi yang mengejutkan.
Baca Juga: 6 Alasan Menarik Mengapa Gen Z Lebih Memilih Bekerja Sesuai Passion
Bagaimana AI Melacak Identitas Anda?
Peneliti AI, Simon Lermen dan Daniel Paleka, menjelaskan bahwa AI tidak membutuhkan nama asli Anda untuk mengetahui siapa Anda.
AI bekerja dengan cara menyisir kepingan konteks atau “puzzle” jejak digital yang Anda tinggalkan tanpa sadar, seperti:
-
Keluhan spesifik tentang ujian di kampus tertentu.
-
Nama hewan peliharaan yang tidak sengaja disebutkan.
-
Foto kafe atau lokasi nongkrong yang sering dikunjungi.
AI akan menyapu seluruh penjuru internet untuk mencocokkan detail-detail kecil ini dengan data di platform lain. Hasilnya, AI dapat merangkai informasi tersebut dan menghubungkan second account Anda dengan akun utama (identitas asli) dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi.
Baca Juga: Mengenal Popcorn Brain: Fenomena Sulit Fokus yang Mengintai Gen Z di Era Digital
Ancaman Nyata: Dari Doxing hingga Penipuan
Kemampuan AI ini membawa risiko keamanan yang masif bagi pengguna internet:
















