APBD 2026 Ketok Palu Rp2 Triliun, Pemkot Pontianak ‘Putar Otak’ Siasati Pemangkasan Dana Pusat

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersalaman dengan Pimpinan DPRD usai menyepakati APBD 2026 di Ruang Rapat Paripurna. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersalaman dengan Pimpinan DPRD usai menyepakati APBD 2026 di Ruang Rapat Paripurna. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kita memahami adanya pemotongan anggaran dari pusat sehingga kita harus menyesuaikan. Karena itu, kemarin kita bersama-sama memfokuskan pada skala prioritas untuk menentukan mana yang perlu didahulukan dalam penyesuaian anggaran,” ungkap Bebby.

Kendati demikian, Bebby memastikan bahwa pemangkasan tersebut tidak akan mengorbankan visi utama kota, yakni penanganan banjir.

Baca Juga: Hari Ke-7 Operasi Zebra Kapuas, Puluhan Pengendara di Jalan Ahmad Yani Pontianak Kena Tilang Manual

Anggaran untuk infrastruktur pengendalian air, khususnya drainase, tetap diamankan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pak Wali memang berkeinginan agar penyesuaian tetap mengacu pada RPJMD, terutama terkait visi misi beliau dalam mengatasi permasalahan banjir. Karena itu, kita terus mengembangkan saluran-saluran drainase di seluruh wilayah kota agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memperkuat sistem drainase,” terangnya.

Menutup keterangannya, Bebby juga menyinggung strategi investasi sebagai penyeimbang.

Ia menilai, di tengah keterbatasan dana transfer, pintu investasi harus dibuka selebar-lebarnya untuk menjaga laju pembangunan.

“Memang tidak semua hal bisa dilakukan setiap hari. Namun investasi dari luar, terutama dalam sektor pembangunan, tetap kita upayakan,” pungkasnya

(ra)