Dalam audiensi tersebut, pemaparan isu dan persoalan daerah juga disampaikan.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai prioritas isu dari reformasi regulasi yang akan dilaksanakan, Nofli menyebut banyak peraturan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah.
“Isunya banyak peraturan yang inconsistent, kemudian saling bertabrakan dengan aturan yang di atas, kemudian banyak tumpang tindih perlu kita selesaikan. Peraturan satu dengan yang lainnya yang bertentangan,” ujar Nofli.
Sebagai tindak lanjut, Nofli menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mengumpulkan data dan melakukan sinkronisasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga untuk diundang ke rapat koordinasi (rakor) di Jakarta.
“Tindak lanjutnya kami akan mengumpulkan data, tugas kami hari ini mensinkronisasi dari data yang ada dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga. Nanti kita akan undang rakor di Jakarta, kita undang para Karo-karo, humas, kami ambil data-data terkait supaya kita sinkronkan. Kami untuk Indonesia sekaligus evaluasi untuk menyelesaikan kondisi saat ini seperti yang tadi saya sampaikan,” tutupnya.
(*Mira)
















