Gawat! Agen Intelijen AS Jual Data Rahasia Militer Amerika Serikat ke China dengan Harga Hanya Rp658 Juta

Ilustrasi intelijen. Foto : Istimewa

Berdasarkan dokumen pengadilan, Schultz telah memberikan informasi sensitif yang mencakup analisis Angkatan Darat AS tentang perang di Ukraina, rencana potensial pertahanan Taiwan, intelijen mengenai taktik militer China, serta kemampuan satelit militer Amerika Serikat.

“Pemerintah seperti China secara agresif menargetkan personel militer dan informasi keamanan nasional kami. Kami akan melakukan segala daya kami untuk melindungi informasi tersebut dari tangan pemerintah asing yang bermusuhan,” kata Robert Wells, Asisten Direktur Eksekutif FBI.

Selain itu, Asisten Jaksa Agung Matthew G. Olsen menambahkan bahwa dengan berkonspirasi untuk mengirimkan informasi pertahanan nasional kepada pihak asing, terdakwa telah secara ceroboh membahayakan keamanan nasional demi uang, menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan militer kepadanya.

Sidang untuk menentukan hukuman bagi Schultz telah dijadwalkan pada 23 Januari 2025.***