Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Lembaga keuangan Forbes Advisor baru saja merilis laporan terbaru mengenai performa mata uang global pada periode April 2026. Laporan tersebut secara gamblang menempatkan mata uang Rupiah ke dalam daftar lima besar instrumen pembayaran paling lemah di dunia.
Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemerintah Indonesia yang sedang gencar melakukan langkah dedolarisasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS.
Namun, tekanan eksternal dari pasar keuangan global justru memberikan beban berat bagi stabilitas nilai tukar nasional.
Penyebab Utama Pelemahan Kurs Global
Analis ekonomi menyebutkan bahwa gejolak geopolitik di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang memicu inflasi tak terkendali di banyak negara. Blokade jalur perdagangan minyak tersebut secara langsung mencekik pasokan energi dunia dan menghantam mata uang negara-negara berkembang.
Selain faktor eksternal, beban utang global yang kian membengkak juga turut memperparah sentimen negatif di pasar valuta asing. Kondisi ketidakpastian politik internasional membuat para investor cenderung mengalihkan aset mereka ke dalam bentuk mata uang yang lebih aman.
















