Faktakalbar.id, PONTIANAK — Penyelenggaraan kejuaraan Pontianak Atletik Open 2026 dinilai sukses menjadi ajang strategis penjaringan bakat-bakat unggulan di bidang olahraga atletik daerah.
Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Pontianak, Agus Suryana, menegaskan bahwa kejuaraan ini terbukti mampu melahirkan potensi atlet baru dari berbagai jenjang, mulai dari level junior hingga tingkat senior, yang diproyeksikan mampu mendulang prestasi bagi Kalimantan Barat.
Baca Juga: Jaring Bakat Baru, PASI Gelar Kejuaraan Pontianak Open Atletik Akhir April 2026
Pelaksanaan kompetisi olahraga yang berlangsung pada akhir pekan lalu tersebut sengaja dirancang secara komprehensif untuk mencakup seluruh lapisan usia pembinaan.
Agus Suryana menjelaskan bahwa pihak penyelenggara membuka banyak kategori perlombaan guna memaksimalkan potensi penjaringan bibit baru.
Kategori yang dipertandingkan mencakup tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), perguruan tinggi, hingga kelompok peserta umum.
“Secara keseluruhan pelaksanaan Pontianak Atletik Open 2026 ini berjalan sukses. Di sini upaya kami (PASI) Pontianak ingin mencari bibit baru atletik khususnya di Kota Pontianak. makanya dalam perlombaan ini terdapat banyak kategori diadakan. Mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, Kuliah dan umum,” ujarnya pada Senin (27/4/2026).
Kendati cuaca pada saat pelaksanaan lomba di hari Sabtu lalu kurang bersahabat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat juang para peserta.
Agus mengungkapkan bahwa guyuran hujan lebat yang turun beberapa kali di arena pertandingan tidak sedikit pun menggoyahkan konsentrasi para atlet yang berlaga di lintasan.
Tingginya antusiasme ini juga terlihat dari sebaran asal peserta lomba. Tercatat, kompetisi bergengsi ini tidak hanya diikuti oleh atlet yang berdomisili di Kota Pontianak saja.
Sejumlah perwakilan pengurus PASI dari berbagai wilayah kabupaten turut mengirimkan kontingen mereka untuk bersaing.
Para peserta lintas daerah tersebut berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sintang, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, hingga Kabupaten Ketapang.
Di balik kesuksesan masifnya peserta kejuaraan tersebut, Agus Suryana turut menyoroti kondisi sarana dan prasarana olahraga yang digunakan.














