Sekda Tekankan Nilai Agama dan Karakter Generasi pada Pembukaan MTQ

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, memukul bedug didampingi sejumlah tokoh masyarakat yang memegang rebana sebagai tanda resmi dibukanya MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, memukul bedug didampingi sejumlah tokoh masyarakat yang memegang rebana sebagai tanda resmi dibukanya MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Antisipasi Barang Terlarang, Wakapolsek Pimpin Razia Ruang Tahanan Polsek Pontianak Timur

Kegiatan kompetisi keagamaan tahunan ini diikuti oleh 266 peserta yang berasal dari empat kelurahan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Amirullah menekankan bahwa pelaksanaan MTQ tidak boleh hanya dimaknai sebagai rutinitas seremonial tahunan atau sekadar ajang perlombaan untuk mencari gelar juara.

Ia meminta agar kegiatan ini benar-benar menjadi wadah strategis untuk memperkuat implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Pelaksanaan MTQ tahun ini bukan sekadar rutinitas seremonial atau ajang perlombaan. Tema yang kita angkat adalah gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang religius, cerdas, berkarakter, dan adaptif,” ujarnya di hadapan para peserta dan tokoh masyarakat.

Amirullah menjelaskan secara rinci empat pilar penting yang terkandung dalam tema tersebut.

Pilar pertama adalah religius, yakni bagaimana pedoman agama dapat diterapkan secara nyata di Kota Pontianak, tidak hanya dibaca tetapi juga dipraktikkan sebagai landasan moral dalam perilaku masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Barang Terlarang, Wakapolsek Pimpin Razia Ruang Tahanan Polsek Pontianak Timur

Pilar kedua adalah cerdas. Ia menyebutkan bahwa generasi muda harus didorong untuk cerdas secara intelektual, namun pola pikir dan tindakannya harus tetap berpijak pada pedoman agamanya.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah berkarakter.

Di tengah tingginya pengaruh budaya luar, Amirullah mengingatkan bahwa lingkungan rumah dan keluarga harus menjadi pusat utama dalam membentuk generasi yang jujur, amanah, serta memiliki integritas tinggi.

Sementara itu, pilar keempat adalah adaptif. Menurutnya, dinamika dunia saat ini berubah dengan sangat cepat.

Oleh karena itu, Kota Pontianak harus berkembang menjadi kota yang tangkas dan inovatif tanpa harus kehilangan identitas utamanya sebagai masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama.

Kepada 266 peserta yang berlaga, Amirullah berpesan agar mereka mengikuti seluruh rangkaian perlombaan MTQ dengan niat dasar ibadah.