Faktakalbar.id, YOGYAKARTA — Panitia penyelenggara secara resmi mengakhiri seluruh rangkaian promosi turnamen bola voli AVC 2026 Men’s Champions League di wilayah Pulau Jawa pada Senin (27/4/2026).
Usai menyambangi empat kota besar secara berturut-turut, seluruh tim panitia kini bertolak kembali ke Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, guna memfokuskan kinerja pada persiapan teknis dan fisik menjelang hari pelaksanaan turnamen utama.
Baca Juga: GOR Amongrogo Jadi Titik Puncak Roadshow AVC 2026 di Yogyakarta Bareng Final Four Proliga
Kegiatan promosi atau roadshow turnamen antarklub elite tingkat Asia ini telah berjalan lancar sepanjang bulan April. Di setiap titik kota persinggahan, kegiatan sosialisasi kompetisi olahraga berskala internasional ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari ribuan masyarakat dan para penggemar bola voli nasional.
Penanggung Jawab Roadshow AVC 2026 Men’s Champions League, Agung Setyo, memberikan apresiasi secara langsung atas tingginya sambutan masyarakat di Jawa sekaligus menegaskan langkah operasional panitia selanjutnya.
“Roadshow ini kami lakukan untuk mengenalkan event voli terbesar di Asia kepada masyarakat luas. Kami sangat berterima kasih atas dukungan di empat kota sebelumnya. Sekarang, fokus utama kami adalah kembali ke Pontianak untuk memastikan seluruh persiapan fisik dan teknis di lapangan berjalan sempurna sebelum pembukaan pada 13 Mei mendatang,” ujar Agung.
Rangkaian perjalanan tim promosi AVC 2026 Men’s Champions League ini dimulai dari Kota Surabaya yang dipusatkan di GOR Jawa Pos Arena pada tanggal 2 hingga 5 April. Agenda kemudian berlanjut ke Kota Solo di GOR Sritex Arena pada 9 hingga 12 April.
Selanjutnya, tim menyambangi Kota Semarang di GOR Jatidiri pada 16 hingga 19 April, sebelum akhirnya ditutup secara resmi di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, pada 21 hingga 26 April.
Keberhasilan pelaksanaan promosi di empat kota besar tersebut diklaim sebagai upaya strategis panitia agar semangat kompetisi internasional dapat dirasakan secara merata oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, bukan hanya berpusat di wilayah tuan rumah penyelenggara saja.
Dengan selesainya agenda di Yogyakarta, seluruh tim operasional kini memusatkan mobilisasi dan pekerjaan di Kota Pontianak. Fase persiapan akhir jelang pembukaan pada Mei mendatang merupakan tahapan yang paling krusial.















