Fokus pada Hulu dan Manajemen Daerah
Menteri LH menekankan bahwa solusi permasalahan sampah tidak boleh hanya bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Kunci keberhasilan pada perubahan perilaku di hulu,” ujar Jumhur.
Masyarakat didorong untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai serta memulai pemilahan sampah organik dan anorganik dari lingkup rumah tangga.
Di sisi lain, Konsultan Regional Center for Energy, Ecology and Development, Dwi Sawung, menyoroti bahwa beban pengelolaan sampah terbesar sebenarnya berada di tingkat kabupaten dan kota (75 persen), sementara porsi kementerian hanya 25 persen.
Meskipun Jakarta dinilai lebih maju dalam menerapkan sistem pemilahan di hulu, banyak kota besar lainnya yang dinilai masih gagal mengelola sampah secara efektif.
FGD ini melibatkan berbagai pakar dari BRIN hingga perwakilan industri seperti Semen Indonesia dan PLN EPI.
Hasil diskusi tersebut akan diserahkan langsung kepada Menteri LH sebagai bahan rencana aksi nasional dalam menata masa depan pengelolaan limbah padat di Indonesia.
Baca Juga: Cara Mudah Kurangi Sampah Rumah Tangga Anda





















