Faktakkalbar.id, BENGKAYANG – Seorang pasien asal Desa Sungkung di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang meninggal dunia di Rumah Sakit Kabupaten Sanggau akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
Keterlambatan penanganan medis tersebut terjadi lantaran warga harus bersusah payah membawa pasien menuju fasilitas kesehatan dengan cara ditandu secara bergotong royong.
Baca Juga: Kondisi Jalan Rusak Parah di Air Besar, Warga Sakit di Landak Harus Ditandu untuk Berobat
Tindakan evakuasi secara manual ini terpaksa dilakukan karena kondisi jalan di wilayah tersebut sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
Perjalanan darurat menyelamatkan warga yang sakit ini memakan waktu kurang lebih setengah hari hanya dengan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan.
Masyarakat setempat harus menempuh jarak yang sangat jauh demi mencapai titik lokasi terdekat yang bisa diakses oleh jemputan mobil ambulans.
Setibanya di lokasi penjemputan darurat tersebut, pasien langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan rujukan yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau.
Namun sangat disayangkan, informasi terakhir memastikan bahwa pasien tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhir sesampainya di rumah sakit.
Peristiwa memilukan ini menyoroti permasalahan serius terkait keberadaan akses jalan rusak yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas warga.
Infrastruktur yang sangat tidak layak tersebut secara nyata telah menghambat hak dasar masyarakat pedalaman untuk mendapatkan pelayanan publik secara cepat.





















