Prabowo Hadiri Penyerahan Aset Sitaan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan di Kejagung

"Presiden Prabowo dikabarkan mendapat laporan ABS soal pengungsi di Aceh Tamiang yang disebut 100 persen sudah pindah dari tenda. Padahal fakta di lapangan bicara lain."
Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan prosesi penyerahan simbolis dana hasil sitaan negara sebesar Rp10,2 triliun dari Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5). Selain uang tunai, pemerintah juga mengamankan 2,3 juta hektare lahan sitaan untuk dikelola melalui mekanisme investasi negara dan ketahanan pangan./(Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menghadiri prosesi penyerahan aset hasil sitaan negara dengan nilai fantastis mencapai Rp10.270.051.886.464 di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5).

Dana tersebut merupakan hasil penertiban yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.50 WIB dengan mengenakan baju safari krem dan peci hitam.

Baca Juga: Di KTT BIMP-EAGA, Presiden Prabowo Desak Percepatan Transisi Energi dan Ketahanan Pangan Kawasan

Kehadiran Kepala Negara disambut langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara, termasuk Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Panglima TNI dan Kapolri.

Dalam seremoni tersebut, Jaksa Agung secara simbolis menyerahkan dana sebesar Rp10,2 triliun kepada Menteri Keuangan.

Nilai tersebut terdiri dari denda administratif sebesar Rp3.423.742.672.359, serta penerimaan pajak PBB dan non-PBB senilai Rp6.846.309.214.105.

Selain dalam bentuk uang tunai, negara juga mengamankan aset berupa lahan sitaan seluas 2,3 juta hektare.

Prosesi penyerahan lahan ini dilakukan secara berjenjang; dari Jaksa Agung kepada Menteri Keuangan, kemudian diteruskan kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani, hingga akhirnya diserahkan kepada Dirut Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani untuk pengelolaan lebih lanjut.

Kehadiran sejumlah menteri strategis, seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menegaskan pentingnya pengembalian aset ini bagi stabilitas fiskal dan kedaulatan lahan negara.

Aset-aset tersebut nantinya akan dikelola untuk mendukung program pembangunan nasional di bawah koordinasi lembaga terkait.

Baca Juga: Gunakan Maung sebagai Simbol Diplomasi, Presiden Prabowo Tiba di Cebu untuk KTT ke-48 ASEAN