Wagub Kalbar Desak Optimalisasi Terminal Internasional Kijing

Wakil Gubernur Kalbar mendesak percepatan operasional Terminal Internasional Kijing di Mempawah guna menekan kerugian fiskal dan memperlancar jalur logistik.
Wakil Gubernur Kalbar mendesak percepatan operasional Terminal Internasional Kijing di Mempawah guna menekan kerugian fiskal dan memperlancar jalur logistik. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Urai Hambatan Logistik, Gubernur Ria Norsan Prioritaskan Akses Tol Menuju Pelabuhan Kijing

Ia menilai, peran bank daerah sangat vital untuk memastikan perputaran sirkulasi keuangan tetap berada di wilayah Kalimantan Barat serta memperkuat landasan ketahanan ekonomi lokal.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak Yanto menegaskan komitmen lembaganya dalam upaya percepatan operasional penuh pelabuhan tersebut sebagai simpul logistik strategis yang terintegrasi dan efisien.

“Pelabuhan Kijing bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Kalbar. Kita ingin arus barang lebih cepat, efisien, dan kompetitif,” jelasnya.

Yanto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari konektivitas jalan, kesiapan kawasan industri pelabuhan (hinterland), hingga penerapan digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Langkah integrasi ini diyakini mampu secara signifikan menekan biaya operasional logistik dan meningkatkan daya saing ekspor komoditas daerah.

PT Pelindo juga telah merencanakan berbagai agenda pengembangan infrastruktur tambahan. Beberapa di antaranya meliputi penambahan fasilitas dermaga curah cair untuk mendukung kelancaran komoditas kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), pembangunan sistem conveyor terintegrasi, serta optimalisasi jaringan pipa.

Dalam sebuah kajian yang dipaparkan, diketahui sekitar 75 persen beban biaya logistik berada di sektor transportasi darat. Oleh karena itu, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan menjadi kunci utama.

Pembangunan akses jalan tol dinilai sangat krusial guna menghindari penyempitan jalur lalu lintas (bottleneck) seiring meningkatnya arus kendaraan pengangkut barang komersial.

Baca Juga: Ria Norsan Usulkan 3 Proyek Raksasa ke Kementerian PUPR: Jembatan Kapuas 3 hingga Tol Kijing

Rangkaian diskusi kelompok ini kemudian ditutup dengan kesepakatan penyusunan dokumen rapat (Minutes of Meeting) sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, pemangku kepentingan, dan pelaku industri.

Melalui perencanaan pengembangan kawasan yang terukur, termasuk rencana pembangunan dua fasilitas smelter tambahan oleh perusahaan tambang negara MIND ID, Terminal Internasional Kijing diproyeksikan segera menjadi pusat logistik yang paling efisien di koridor ekonomi Pulau Kalimantan.

(*Red)