Baca Juga: Banjir di Landak Rendam Tiga Desa, Sebanyak 114 Jiwa Terdampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kejadian ini merupakan imbas langsung dari periode peralihan musim. Curah hujan yang tinggi ditambah sistem drainase permukiman yang kurang optimal menjadi faktor penentu membesarnya risiko luapan air ke area permukiman padat.
BNPB mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air bebas dari sumbatan sampah. Di tingkat wilayah, pemerintah daerah diminta untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Hal ini mencakup optimalisasi sistem peringatan dini, penyiapan jalur evakuasi warga, serta ketersediaan logistik darurat secara merata.
(*Red)
















