Baca Juga: May Day 2025: Aliansi GEBRAK Tuntut Pemerintah Perhatikan Nasib Buruh
Ia memaparkan simulasi tahapan mulai dari proses negosiasi oleh tim Pengendalian Massa (Dalmas) awal hingga perumusan langkah kontinjensi apabila terjadi eskalasi pergerakan massa.
“Kita mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas sesuai SOP. Personel harus hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat guna memberikan rasa aman, baik bagi massa aksi maupun masyarakat umum di Kota Pontianak,” ujar Endang.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, memastikan bahwa simulasi TFG ini membuktikan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Polda Kalbar beserta jajaran Polres siap memberikan pelayanan terbaik dalam mengawal penyampaian aspirasi rekan-rekan buruh. Kami mengimbau agar peringatan May Day 2026 nantinya dapat dilaksanakan dengan tertib dan damai,” ucap Bambang.
Ia menjamin bahwa seluruh anggota yang ditugaskan sudah memiliki persiapan yang presisi. “Personel di lapangan telah dibekali kesiapan taktis dan teknis melalui TFG ini agar tidak ada celah gangguan keamanan sedikit pun,” jelas Bambang.
Melalui simulasi ini, aparat berharap sinergitas antar-satuan tugas semakin solid demi terciptanya situasi yang kondusif di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.
(*Red)
















