| Ukuran | Harga Jual | Harga Buyback |
| 0,5 gram | Rp 1.524.000 | Rp 1.328.000 |
| 1 gram | Rp 2.944.000 | Rp 2.656.000 |
| 2 gram | Rp 5.824.000 | Rp 5.312.000 |
| 5 gram | Rp 14.482.000 | Rp 13.282.000 |
| 10 gram | Rp 28.907.000 | Rp 26.564.000 |
| 25 gram | Rp 72.137.000 | Rp 66.086.000 |
| 50 gram | Rp 144.191.000 | Rp 132.172.000 |
| 100 gram | Rp 288.301.000 | Rp 264.345.000 |
Analisis Faktor Eksternal
Baca Juga: Investasi Emas: Simak 7 Perbedaan Antara Emas Antam dan Emas UBS
Penurunan harga emas domestik ini sejalan dengan kondisi pasar global yang sedang tertekan. Harga emas di pasar spot anjlok 2,2 persen ke level 4.712,04 dollar AS per ons, posisi terendah dalam sepekan terakhir.
Beberapa faktor kunci yang menekan harga logam mulia antara lain:
-
Penguatan Dollar AS: Mata uang AS menguat 0,2 persen, membuat emas menjadi aset yang lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
-
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi: Yield obligasi AS tenor 10 tahun meningkat, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
-
Geopolitik dan Energi: Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait situasi dengan Iran memicu lonjakan harga minyak mentah hingga lebih dari 3 persen.
Kekhawatiran akan inflasi akibat kenaikan harga energi berpotensi memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. Meskipun emas adalah aset lindung nilai, tingginya suku bunga global cenderung melemahkan permintaan terhadap logam mulia ini.
(*Drw)
















