AS Cukong Emas dan Bauksit Ilegal Kian Terpojok, Serangan ke Media Jadi Bumerang

ILUSTRASI - "Sosok berinisial AS yang diduga sebagai cukong tambang emas dan bauksit ilegal kian terpojok. Upayanya menyerang media dinilai justru menjadi bumerang. Sosok berinisial AS yang diduga sebagai cukong tambang emas dan bauksit ilegal kian terpojok. Upayanya menyerang media dinilai justru menjadi bumerang."
ILUSTRASI - Sosok berinisial AS yang diduga sebagai cukong tambang emas dan bauksit ilegal kian terpojok. Upayanya menyerang media dinilai justru menjadi bumerang. (Dok. RN/Faktakalbar.id)

“Kalau memang ada aktivitas tambang ilegal, harus diproses secara hukum. Dampaknya besar, merugikan negara dan merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menilai peran jurnalis sangat penting dalam mengungkap dugaan pelanggaran di sektor pertambangan sebagai bagian dari kontrol sosial.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun aparat penegak hukum juga harus hadir untuk menindak jika ditemukan pelanggaran,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Rizal berharap seluruh persoalan yang berkembang tidak menjadi polemik berkepanjangan di ruang publik.

“Semua harus diselesaikan melalui jalur hukum. Baik itu dugaan tambang ilegal, fitnah, maupun pemerasan. Jangan hanya ramai di media sosial,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk insan pers, tetap menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan Undang-Undang Pers yang berlaku.

“Harapan kita, semua bisa selesai dengan baik tanpa kegaduhan, dan jurnalis tetap bekerja sesuai aturan,” tutupnya.

Baca Juga: Sungai Sekayu Tercemar Parah, Forkopimcam Tutup Paksa Operasional Tambang Ilegal di Tayan Hulu

(Reni)