Update Banjir Sumatra: Korban Meninggal Tembus 1.106 Jiwa

Potret kerusakan masif akibat banjir bandang di Sumatra. Material kayu gelondongan berukuran besar tampak menumpuk di dekat rumah warga, sementara akses jalan masih tergenang air lumpur setinggi paha orang dewasa. (Dok. Ist)
Potret kerusakan masif akibat banjir bandang di Sumatra. Material kayu gelondongan berukuran besar tampak menumpuk di dekat rumah warga, sementara akses jalan masih tergenang air lumpur setinggi paha orang dewasa. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update banjir Sumatra terkait dampak bencana hidrometeorologi basah yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan total korban meninggal dunia kini tembus 1.106 jiwa hingga Senin (22/12/2025).

Data terbaru ini mencatat kenaikan jumlah korban tewas sebanyak 16 orang jika membandingkannya dengan laporan pada Sabtu (21/12/2025).

Baca Juga: Viral! Pakai Google Earth, Netizen Bongkar Lokasi Tambang Ilegal di Balik Banjir Sumatera

Selain itu, tim gabungan masih terus mencari keberadaan 175 orang yang berstatus hilang.

“Per hari ini rekapitulasi bertambah 16 jiwa dari sebelumnya sehingga total per Hari Ini total 1.106 jiwa, sedangkan daftar pencarian berkurang 10 jiwa,” kata Abdul Muhari.

Jumlah Pengungsi Menurun

Abdul Muhari menjelaskan bahwa total pengungsi saat ini berkurang menjadi 502.570 jiwa.

Penurunan angka pengungsian ini terjadi karena banyak masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing atau memilih pindah ke rumah sanak saudara yang lebih aman.

Agam dan Aceh Utara Terparah

Berdasarkan sebaran data di setiap provinsi, Kabupaten Agam dan Aceh Utara mencatat jumlah korban terbanyak.

Kabupaten Agam mencatat 190 jiwa meninggal dunia, sedangkan Aceh Utara menyusul dengan 186 jiwa.

Khusus di wilayah Sumatra Barat, petugas mencatat total korban meninggal mencapai 260 jiwa, 72 orang hilang, dan 11.574 pengungsi.

Baca Juga: Hashim Bantah Prabowo Punya Lahan Sawit di Sumatera

Konsentrasi korban tertinggi di provinsi ini berada di Kabupaten Agam sebanyak 190 jiwa serta Padang Pariaman sebanyak 35 jiwa.

Pemerintah terus memfokuskan penanganan pada pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.

(*Sari)