Faktakalar.id, LIFESTYLE – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence kini menjadi keterampilan dasar pada dunia kerja modern. Anda tidak boleh menganggap teknologi mutakhir ini hanya sekadar tren sesaat. Banyak lulusan baru justru mengalami ketertinggalan akibat belum memiliki kesiapan menghadapi perubahan drastis ini.
Berbagai perusahaan raksasa mulai mengadopsi kemampuan AI untuk menjalankan operasional bisnis mereka setiap hari. Tuntutan perusahaan terhadap kualitas tenaga kerja juga terus mengalami perubahan secara signifikan.
Petinggi AWS Training and Certification, Michelle Vaz, menegaskan bahwa literasi AI kini menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh pekerja.
Baca Juga:Â Awas Digeser AI! Kuasai Skill Ini Agar Selamat
Teknologi Cerdas Bukan Hanya Milik Orang IT
Banyak lulusan baru memiliki persepsi keliru mengenai penggunaan teknologi mutakhir tersebut. Mereka mengira kemampuan AI hanya relevan bagi pekerja teknis seperti programmer atau data scientist. Padahal, teknologi cerdas ini sudah merambah hampir seluruh sektor pekerjaan umum.
Staf pemasaran rutin menggunakan AI untuk menganalisis berbagai kampanye promosi produk setiap hari. Tim human resource atau HR juga memanfaatkan teknologi ini untuk menyaring ratusan dokumen CV pelamar kerja secara cepat.
Pekerja administrasi bahkan memakai sistem canggih ini untuk melakukan otomatisasi komunikasi perusahaan.
Banyak lulusan baru akhirnya kalah bersaing memperebutkan posisi staf pemula. Mereka gagal mendapatkan pekerjaan akibat mengabaikan keterampilan AI ini sejak masa kuliah.





















