Fenomena Salju di Arab Saudi Selimuti Gurun Hail, Pakar Astronomi Berikan Penjelasan

Viral fenomena salju di Arab Saudi selimuti gurun Hail.
Hamparan gurun pasir di kawasan Utara Hail, Arab Saudi, yang memutih akibat tertutup salju. (Dok. X/@GlobeEyeNews)

Faktakalbar.id, ARAB SAUDI – Media sosial kembali ramai memperbincangkan video dan foto yang memperlihatkan hamparan putih menyelimuti kawasan gurun pasir di Utara Hail, Arab Saudi.

Dokumentasi visual tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet di seluruh dunia. Banyak pihak menganggap bahwa fenomena salju di Arab Saudi ini merupakan kejadian langka atau tanda anomali alam yang tidak biasa.

Baca Juga: Tragedi Badai Salju Everest: Ratusan Pendaki Terjebak di Tibet, Satu Meninggal

Namun, anggapan tersebut segera diluruskan oleh ahli. Pakar astronomi, Mohammed bin Reddah Al Thaqafi, memberikan penjelasan ilmiah mengenai kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Utara Hail bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan bagian dari siklus musim dingin di kawasan tersebut.

“Ini adalah fenomena yang lazim terjadi di wilayah utara setiap musim dingin,” ujar Mohammed bin Reddah Al Thaqafi.

Pengaruh Cuaca Mediterania

Menurut penjelasan Al Thaqafi, letak geografis wilayah utara Arab Saudi memiliki karakteristik tersendiri. Wilayah ini secara rutin terpapar oleh sistem cuaca yang berasal dari kawasan Mediterania.

Pergerakan massa udara inilah yang menjadi faktor utama terjadinya perubahan cuaca ekstrem hingga memicu turunnya salju.

“Sebagian wilayah memang terpapar sistem cuaca Mediterania, yang memicu turunnya salju terutama pada periode Desember hingga Februari,” jelasnya.

Meskipun fenomena salju di Arab Saudi ini merupakan hal yang lumrah secara musiman, Al Thaqafi menambahkan bahwa waktu kemunculannya tidak memiliki siklus astronomi yang pasti atau tetap setiap tahunnya.

Intensitas dan waktu turunnya salju sangat bergantung pada kondisi atmosfer serta dinamika perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Suhu Ekstrem di Bawah Nol Derajat

Selain turunnya salju, kondisi musim dingin di dataran utara Arab Saudi juga diiringi dengan penurunan suhu yang drastis.

Laporan meteorologi setempat mencatat bahwa suhu di kawasan tersebut dapat turun hingga mencapai angka di bawah nol derajat Celcius.

Baca Juga: Tanda Kiamat Juga Muncul Di Selandia Baru

Kondisi dingin ini sering kali disertai dengan fenomena cuaca lainnya yang perlu diwaspadai, seperti badai petir dan angin kencang di beberapa titik lokasi.

Penjelasan dari pakar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat luas mengenai karakteristik iklim di wilayah gurun Arab Saudi saat memasuki puncak musim dingin.

(*Red)