Faktakalbar.id, BONE – Curah hujan tinggi yang mengguyur tanpa henti selama dua hari memicu terjadinya bencana banjir di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Peristiwa yang mulai berlangsung sejak Kamis (7/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026) ini mengakibatkan genangan air meluas hingga merendam permukiman di lima kecamatan dan menelan dua korban jiwa.
Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir Buton Utara Ratusan Warga Terdampak dan Akses Jembatan Putus
Berdasarkan data pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak mencakup Kecamatan Tanete Riattang (tepatnya di Kelurahan Panyula, Toro, dan Masumpu), Kecamatan Tanete Riattang Timur (Kelurahan Bajoe dan Lonrae), Kecamatan Sibulue (Desa Sumpang Minangae dan Ajangpulu), Kecamatan Awangpone (Desa Matuju), serta Kecamatan Barebbo (Desa Kading).
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone mengonfirmasi adanya dua warga yang meninggal dunia akibat peristiwa hidrometeorologi ini. Guna mencegah jatuhnya korban tambahan, petugas BPBD bersama tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa armada perahu karet untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak genangan air di dalam rumah mereka.
Memasuki hari Sabtu (9/5/2026), tim gabungan masih terus bersiaga di lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap total rumah warga yang rusak maupun terdampak. Kondisi banjir di Kabupaten Bone dilaporkan mulai surut di beberapa titik lokasi pengamatan. Namun, genangan air masih bertahan di Kelurahan Panyula karena kawasan tersebut sangat dipengaruhi oleh siklus pasang surut air laut yang menghambat aliran air sungai menuju muara.





















