Banjir Kalsel hingga Longsor Jabar, Ini Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi dari BNPB

Banjir yang merendam pemukiman warga di Kabupatem Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Jumat (19/12). Sumber foto : BPBD Provinsi Kalimantan Selatan
Banjir yang merendam pemukiman warga di Kabupatem Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Jumat (19/12). Sumber foto : BPBD Provinsi Kalimantan Selatan

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merilis data terbaru terkait perkembangan situasi bencana hidrometeorologi di tanah air.

Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 07.00 WIB, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami dampak cuaca buruk berupa banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Baca Juga: Ribuan Rumah di Jatim, Kalsel, dan Riau Terendam Banjir, BNPB Rilis Data Terbaru

Laporan ini menghimpun kejadian bencana basah yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi di berbagai provinsi, mulai dari Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera.

Banjir di Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah

Di Provinsi Kalimantan Selatan, hujan lebat memicu banjir di dua kabupaten. BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatat dampak yang cukup luas di lima kecamatan pada Jumat (19/12).

“Sebanyak 563 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak. Hingga Sabtu, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut,” tulis laporan BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Sementara itu, banjir juga merendam 384 unit rumah di 20 kecamatan Kabupaten Banjar. Pihak BPBD setempat telah mengaktifkan Posko Siaga Darurat dan menyalurkan bantuan logistik.

Di Pulau Jawa, luapan Sungai Bener di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sempat merendam 24 rumah dengan ketinggian air 50 sentimeter.

BPBD Banyumas bergerak cepat mengevakuasi lansia dan membersihkan rumah warga. Laporan terkini menyebutkan banjir di wilayah ini telah surut.

Angin Kencang dan Longsor di Jawa Barat dan Lampung

Cuaca ekstrem juga melanda Jawa Barat. Di Kabupaten Bogor, luapan Kali Rengas menggenangi 28 rumah di Kecamatan Parung. Di lokasi lain, yakni Kecamatan Dramaga, angin kencang merusak lima unit rumah warga.

Peristiwa serupa terjadi di Kecamatan Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. Angin kencang mengakibatkan kerusakan pada puluhan bangunan.

“Tercatat empat unit rumah rusak berat, 17 unit rumah rusak ringan, serta enam kandang ternak mengalami kerusakan,” bunyi laporan BPBD Lampung Timur.

Selain banjir dan angin, tanah longsor dilaporkan terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang berdampak pada belasan rumah dan fasilitas umum.

Baca Juga: Banjir Terjang Kalimantan hingga Jawa, BNPB Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Pemulihan Kawasan Wisata Guci Tegal

Fokus penanganan juga tertuju pada kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, pascabanjir bandang. Kerusakan infrastruktur tercatat pada pipa air panas, jembatan di Pancuran 13, dan pohon tumbang di Pancuran 5.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir bandang,” lapor BPBD Tegal pada Minggu (21/12).

Pemerintah daerah terus memantau Sungai Gung untuk memastikan keamanan sebelum kawasan wisata dibuka kembali.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi hingga tiga hari ke depan (21–23 Desember 2025).

Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Menyikapi hal ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami mengimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi cuaca, memelihara drainase, dan segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat berlangsung lama,” imbau BNPB.

(*Red)