Faktakalbar.id, NASIONAL – Mahfud menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jumlah korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya 0,0017 persen dari total puluhan juta porsi yang telah disalurkan.
Menurut Mahfud, isu ini tidak bisa dipandang hanya dari sisi statistik semata.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam video di kanal YouTube-nya yang diunggah pada Rabu (1/10/2025), sebagai respons atas isu keracunan massal yang terjadi.
“Dan memang itu menjadi isu nasional juga ya, meskipun betul itu hanya 0,0017 persen, kata Presiden, dan kecil sekali kan memang,” kata Mahfud.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kayong Utara, Guru Ragu, Pihak Dapur Sebut Siswa Punya Riwayat Maag
Ia kemudian membuat analogi dengan industri penerbangan untuk menegaskan argumennya.
Menurutnya, meskipun angka kecelakaan pesawat sangat kecil dibandingkan total penerbangan harian di seluruh dunia, satu insiden saja sudah cukup untuk menimbulkan kehebohan besar.
“Tapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu aja tidak sampai 0,001 persen, orang ribut. Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan,” tegasnya.
Mahfud, yang cucunya juga menjadi korban dalam insiden serupa di Yogyakarta, mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola program MBG.
“Ini bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi apa masalahnya,” imbuh Mahfud.
Baca Juga: Buntut Kasus Keracunan, BGN Nonaktifkan Sementara 56 SPPG
(*Mira)
















