Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berbasis di Sulawesi Utara dan Gorontalo ini dipilih karena dinilai telah berhasil dalam menerapkan transformasi digital sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Harisson menegaskan bahwa pembentukan jabatan direktur baru ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan yang mendesak untuk masa depan Bank Kalbar.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Bank Kalbar harus siap menghadapi tantangan industri perbankan modern dengan memperkuat lini teknologi informasinya,” tegas Harisson.
Ia menambahkan, kehadiran Direktur TI juga selaras dengan kebijakan pemerintah daerah yang terus mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk pada layanan yang disediakan oleh Bank Kalbar.
“Dengan adanya direktur khusus yang fokus pada teknologi informasi, kami optimistis Bank Kalbar akan lebih adaptif, lebih inovatif, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman, serta berkualitas untuk masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Harisson.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi keterbukaan jajaran Bank SulutGo yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat serta keterbukaan jajaran Bank SulutGo. Apa yang dipaparkan terkait strategi transformasi digital menjadi inspirasi berharga bagi kami di Kalimantan Barat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa pihaknya melihat banyak hal positif dari sistem yang sudah berjalan di BPD SulutGo yang bisa diadaptasi.
“Kami belajar banyak dari pengalaman Bank SulutGo, terutama dalam hal digitalisasi layanan perbankan dan penguatan sistem keamanan data. Hal ini sangat relevan dengan kondisi yang sedang kami persiapkan di Bank Kalbar,” jelas Rokidi.
Rokidi menekankan bahwa posisi Direktur TI akan menjadi motor penggerak utama dalam percepatan Transformasi Digital Bank Kalbar.
“Kami berharap Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan dalam persaingan, tetapi juga tumbuh menjadi BPD yang inovatif dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam layanan perbankan digital,” pungkasnya.
Kunjungan ini disambut baik oleh Komisaris Utama BPD SulutGo, Ramoy M. Luntungan.
Baca Juga: Bapenda Kapuas Hulu dan Bank Kalbar Jalin Kerja Sama Digitalisasi Pajak
Ia menilai bahwa sinergi antar-BPD adalah kunci untuk memperkuat peran bank daerah di tingkat nasional.
“Kami di BPD SulutGo selalu terbuka untuk berbagi praktik terbaik. Setiap BPD tentu memiliki tantangan yang berbeda, namun dengan saling berbagi pengalaman, kita bisa sama-sama berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah,” ungkap Ramoy.
Ramoy juga berpesan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada aspek teknologi saja, tetapi harus menyentuh perubahan budaya kerja dan tata kelola perusahaan.
“Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi dan sistem, tetapi juga bagaimana membangun mindset baru di dalam organisasi. Saya yakin Bank Kalbar dengan dukungan pemerintah daerah akan mampu melakukan lompatan besar di bidang ini,” tutupnya.
Melalui kunjungan ini, Bank Kalbar berharap dapat memperkaya perspektif dan memantapkan langkah dalam membentuk struktur organisasi yang lebih modern dan siap menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Laba Bank Kalbar Meroket 9,94%, Bukti Ketangguhan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
(*Red)
















