Soroti Capaian Kinerja di HUT Ke-62, Pemprov Tetapkan Empat Agenda Strategis untuk Bank Kalbar

"Peringatan HUT ke-62 Bank Kalbar di Pontianak menjadi momentum bagi Pemprov Kalbar selaku pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja dan menetapkan target digitalisasi."
Peringatan HUT ke-62 Bank Kalbar di Pontianak menjadi momentum bagi Pemprov Kalbar selaku pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja dan menetapkan target digitalisasi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-62 pada Rabu (15/4).

Rangkaian peringatan yang dipusatkan di halaman Kantor Cabang Utama (KCU) Pontianak ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penentuan arah strategis institusi keuangan daerah tersebut.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang hadir menyoroti posisi perbankan daerah dalam ekosistem ekonomi regional.

Salah satu indikator evaluasi kinerja yang disorot adalah keberhasilan Bank Kalbar dalam mempertahankan penghargaan TOP BUMD selama lima kali berturut-turut.

Baca Juga: Krisantus Kurniawan Minta Pemkab Melawi Selektif Susun Program dan Awasi Operasional Perusahaan

“Pengakuan ini mencerminkan tata kelola perusahaan yang baik, kinerja keuangan yang sehat, serta kemampuan beradaptasi terhadap transformasi sektor keuangan yang semakin digital dan kompetitif,” ujar Krisantus dalam penyampaiannya.

Sebagai entitas pemegang saham mayoritas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat memposisikan bank daerah ini sebagai mitra strategis pembangunan.

Oleh karena itu, Krisantus secara spesifik menetapkan empat agenda utama yang harus segera dikejar oleh manajemen.

Keempat agenda teknis tersebut meliputi perluasan fungsi intermediasi pembiayaan bagi pelaku UMKM, percepatan transformasi operasional ke arah digital, pembenahan sistem manajemen risiko, serta penguatan sinergi bisnis secara berkelanjutan dengan pemerintah daerah.

“Tujuan akhirnya adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya di hadapan jajaran eksekutif perbankan yang hadir.

Ia juga menekankan bahwa kelangsungan operasional sebuah lembaga keuangan tidak semata-mata bergantung pada aset modal dan infrastruktur teknologi.

Ketahanan perbankan sangat ditentukan oleh integritas dan profesionalitas sumber daya manusia yang mengelolanya.