Gawai Dayak Sanggau ke-21, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya

Yohanes Ontot dan Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak ke-21 di Rumah Betang Dori’ Mpulor, Sanggau. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Yohanes Ontot dan Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak ke-21 di Rumah Betang Dori’ Mpulor, Sanggau. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Budaya tidak bisa kita urus secara terpisah-pisah. Harus ada kesungguhan bersama agar adat ini tidak lenyap,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam merawat budaya bisa membuat generasi mendatang kehilangan akar.

Kalau kita lengah, budaya yang menjadi identitas kita akan luntur,” tambah Ontot.

Selain prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati pameran kerajinan, kuliner tradisional, dan pertunjukan seni yang berlangsung selama beberapa hari.

Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga, tetapi juga panggung kebudayaan Dayak yang sarat nilai persatuan dan kearifan lokal.

Acara tahunan ini diharapkan mampu terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur serta membuktikan bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi.

(fd)