Holilur Rohman, Kadiv Usaha Syariah Pegadaian, sebelumnya memang telah menegaskan komitmen Pegadaian untuk menggunakan metode terbaik dan teraman.
“Metode sunat yang digunakan adalah metode terbaik, teraman, dan modern, dengan mendatangkan Dokter dr. Imam Khoiril Fajri dari luar Kalimantan Barat dan juga melibatkan dokter-dokter lokal,” terang Holilur. Hal ini memastikan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi para peserta, seperti yang dialami Abdi.
Keberhasilan khitanan modern ini tak lepas dari tujuan acara bertajuk “Langkah Emas Anak Soleh” tersebut. Selain aspek kesehatan, Pegadaian juga mengedukasi peserta dan orang tua tentang literasi investasi emas sebagai bekal masa depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Pegadaian kepada masyarakat melalui Dana Kebajikan Umat (DKU), serta program “Mengemaskan Indonesia” yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Khitanan massal ini juga serentak digelar di berbagai kota di seluruh Indonesia, dengan target total 124 anak yang dikhitan, merepresentasikan usia 124 tahun Pegadaian mengabdi untuk negeri.
(Red)
















