- Yayasan Ar-Rahmah
- Yayasan Sahabat Netra Khatulistiwa
- Yayasan Maktab Tuli As-Sami’
- Panti Asuhan Mukheribul Kheir
- Panti Asuhan Ahmad Yani Putra
“Selama empat tahun berjalan, kami telah mengantarkan lebih dari 4.160 peminjaman buku, 401 pengembalian, serta berhasil menambah 82 anggota perpustakaan dari komunitas sasaran,” ungkap Rendrayani.
Inovasi ini juga mendukung misi Asta Cita ke-5 dan tujuan RPJMD Kota Pontianak 2020–2025, yang menekankan pentingnya inklusivitas dalam pelayanan publik.
ANAKKU DISAPA tidak hanya mempersempit kesenjangan literasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif seluruh warga.
Baca Juga: Pinjam Buku di Perpuskota Pontianak Lebih Mudah dengan BOBO+
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi fondasi untuk hidup mandiri, berpikir kritis, dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Kami percaya bahwa semua warga, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan belajar,” tegasnya.
Dengan dukungan lintas sektor, ANAKKU DISAPA kini menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.
Pontianak terus menunjukkan komitmennya sebagai kota ramah literasi dan peduli terhadap keadilan sosial.
















