Sintang- Sejak Tahun 2014 ternyata Pemprov Kalbar selalu menganggarkan pengerjaan jalan Nanga Mau – Tebidah. Anehnya kondisi jalan menuju Tebidah malah tambah parah. Anggaran puluhan miliar seperti yang diterangkan oleh Suyanto Tanjung anggota DPRD Porvinsi Kalbar disalah satu media online, justru tidak berdampak pada perbaikan kondisi jalan sehingga membuat warga Kayan Hulu merasa heran.
Andi Karya Perdana salah satu tokoh muda Tebidah menuturkan bahwa ia sangat kecewa dengan para pelaksana lapangan serta pihak berwenang yang seharusnya menjaga mutu pekerjaan dari ruas jalan tersebut. “Benar bahwa sejak 2014 informasinya miliaran rupiah digelontorkan untuk jalan ke Tebidah. Ada kegiatan pengerjaan di lapangan, cuma kita tidak tau jenis pekerjaannya bagaimana? Tidak ada papan informasi proyek.” Kata Andi.
Menurut Andi pelaksana di lapangan tiap tahunya juga orang yang sama. Andi melihat bahwa pekerjaan di lapangan asal-asalan saja. Menurutnya pekerjaan sebagian besar hanya berupa timbunan dengan tanah biasa. “Ditimbun dengan tanah kuning, kalau hujan besoknya langsung ndak bisa lewat. Beberapa bulan hancur lagi. Dana milaran tidak masuk akal hasilnya seperti itu, sehingga sangat-sangat perlu Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) atau pihak berwajib lainya melakukan audit Investigasi. Kalau ndak tiap tahunya selalu seperti itu. Penegak hukum turun kelapangan, betul tidak dikerjakan sesuai peruntukan?” tanya dan harap Andi kepada media ini.
Andi juga berharap DPRD Provinsi khususnya orang Kayan seperti Simon Fetrus, Asroni, dan Suyanto Tanjung peduli dengan jalan di daerahnya. Tiga orang ini kalau mau serius baik dari sisi pengawasan dan penganggaran saya rasa 1 tahun ini saja bisa tuntas. Nanga Mau – Tebidah itu hanya 30 km lebih. Kalau hanya pengerasan tidak masuk akal alasan keterbatasan anggaran” tambah Andi.
Kades Entogong Kec Kayan Hulu (Rama Arismunandar) juga amat berharap Pemprov memberikan perhatian serius kepada Ruas Jalan Nanga Mau-Tebidah. “Jalan ini sudah 2 tahun tidak diperhatikan, sehingga kondisinya rusak parah begini. Kita berharap ndak perlu mulus lah, yang penting tidak amblas begini. Sekarang harga kebutuhan pokok melambung. Kalau tidak amblas terus kebutuhan pokok kita harap terjangkau” kata Roma.
Senada dengan Andi, Dedi yang juga warga Tebidah justru heran dengan fungsi pengawasan dari Suyanto Tanjung selaku Anggota DPRD Provinsi Kalbar. “Pak Ajung harusnya bertanya kepada Gubernur kenapa setiap tahun dianggarkan miliaran jalannya malah makin parah? Ada apa? Sebagai wakil rakyat Ajung (sapaan Suyanto Tanjung) harusnya menyuarakan jeritan masyatarakat Tebidah. Jangan jalan Tebidah terindikasi cuma dijadikan kebun -biar tiap tahun bisa panen- oleh oknum tertentu.” kata Dedi.
Dedi juga meninta pihak berwenang cek ke lapangan tentang hasil dari APBD Provinsi 7 tahun belakangan yang digelontorkan ke Nanga Mau Tebidah. “Pak Gubernur juga jangan tinggal tunggu laporan, cek faktanya” kata Dedi. (mrs)










