Pemkot Singkawang Soroti Peningkatan Kasus Stunting dan Rendahnya Partisipasi Pengukuran Balita

Pemerintah Kota Singkawang menggelar persiapan program intervensi pengukuran balita Singkawang secara serentak untuk mempercepat laju penurunan stunting.
Pemerintah Kota Singkawang menggelar persiapan program intervensi pengukuran balita Singkawang secara serentak untuk mempercepat laju penurunan stunting. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang mencatat adanya peningkatan persentase kasus stunting serta masih sangat rendahnya tingkat partisipasi pengukuran balita di posyandu pada tahun 2026.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Antin Suprihatin menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan stunting di Singkawang mutlak masih menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.

Baca Juga: Tekan Angka Stunting dan Krisis Psikologis, BKKBN Kalbar Gandeng Akademisi Perkuat Layanan Konseling Satyagatra

Berdasarkan laporan yang tercatat di dalam aplikasi e-PPGBM, persentase balita yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting pada tahun 2025 berada pada angka 15,68 persen.

Tingkat prevalensi tersebut menunjukkan kurva peningkatan yang cukup mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan temuan kasus pada tahun sebelumnya yang berada di posisi 13,65 persen.

Antin Suprihatin juga secara khusus menyoroti angka cakupan pengukuran balita secara keseluruhan di kota tersebut yang baru menyentuh angka 48,35 persen sepanjang tahun 2025.

Bahkan pada hitungan triwulan pertama tahun 2026 ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam membawa balita mereka untuk diukur kesehatannya justru kian merosot di angka 39,99 persen.

Pencapaian pengukuran balita di lapangan tersebut dinilai masih sangat jauh tertinggal di bawah target standar nasional yang telah dipatok sebesar 85 persen.

Pemerintah daerah kini terus berupaya keras memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi peran posyandu serta berbagai rancangan program pendukung lainnya.

“Persiapan yang dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan pengukuran balita di Kota Singkawang sehingga dapat mencapai target nasional sebesar 85 persen dan menurunkan angka stunting di Kota Singkawang menjadi di bawah 18 persen,” ujarnya.

Ia secara tegas mengingatkan bahwa keberhasilan dari pelaksanaan program prioritas daerah ini sangat membutuhkan dukungan aktif dari seluruh jajaran perangkat daerah dan tenaga kesehatan.