Pemkot Matangkan Program SPALD-T Pontianak Senilai Rp1,5 Triliun

Pemkot Pontianak mematangkan program SPALD-T Pontianak senilai Rp1,5 triliun. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pemkot Pontianak mematangkan program SPALD-T Pontianak senilai Rp1,5 triliun. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Sistem ini nantinya memiliki kapasitas sekitar 12.000 meter kubik per hari dan diperkirakan dapat melayani sekitar 16.000 rumah tangga,” terangnya.

Baca Juga: Wako Edi Tekankan Inovasi Pemkot Pontianak di Tengah Pemotongan Anggaran Rp233 Miliar

Terkait urusan kebijakan pembiayaan, Bahasan menyebutkan bahwa skema tarif penggunaan layanan ini masih dalam tahapan penyusunan intensif oleh instansi berwenang.

Pemerintah kota merencanakan penerapan sistem penagihan berklaster.

Pada sistem ini, sektor usaha komersial kemungkinan akan dikenakan kewajiban retribusi tertentu, sementara masyarakat umum akan difasilitasi dengan skema pembiayaan yang tidak memberatkan.

“Kita ingin program ini mempermudah masyarakat, bukan malah menambah beban. Prinsipnya adalah bagaimana layanan ini bisa diakses dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga kembali menegaskan pentingnya faktor keterlibatan gender dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan program sanitasi massal ini.

Hingga sejauh ini, proses sosialisasi kepada warga berjalan lancar tanpa menemui adanya penolakan signifikan dari lapisan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan SPALD-T ke depan pasti akan memberikan rentetan dampak positif terhadap perbaikan kualitas sanitasi dan tata kelola lingkungan hidup di permukiman padat.

Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mendorong percepatan peningkatan standar fasilitas kota menuju kategori kota besar.

“Sanitasi yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya.

(FR)