Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mematangkan pelaksanaan program SPALD-T Pontianak (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat) melalui kegiatan workshop dan pelatihan di Hotel Golden Tulip pada Selasa (5/5).
Proyek bernilai Rp1,5 triliun ini menekankan pentingnya perspektif gender serta keterlibatan aktif dari elemen masyarakat sekitar agar berjalan lancar.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Dukung Program 3 Juta Rumah, Usulkan Pembangunan Rusun di Dua Lokasi
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait. Pemahaman ini mencakup tahapan teknis pelaksanaan proyek hingga potensi dampak lingkungan dan manfaat jangka panjangnya bagi warga kota.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama agar program SPALD-T dapat berjalan dengan baik, mulai dari pelaksanaan hingga pemanfaatannya di tingkat rumah tangga,” ujarnya usai membuka workshop.
Bahasan menjelaskan, program ini telah melalui serangkaian kajian komprehensif yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah kota berharap proses di lapangan tidak mengalami kendala berarti dan mampu memberikan manfaat nyata.
Saat ini, proyek infrastruktur tersebut telah memasuki tahap awal dengan proses penandatanganan kontrak dan akan segera dieksekusi. Dalam pelaksanaannya, Bahasan mengakui akan ada sejumlah dampak langsung yang dirasakan warga, seperti gangguan arus lalu lintas di beberapa titik pembangunan.
“Ini perlu kita sosialisasikan secara menyeluruh agar masyarakat memahami dan mendukung program ini,” tambahnya.
Untuk tahap pembangunan awal, fokus proyek akan diarahkan pada kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Pelaksanaan program SPALD-T Pontianak ini didukung anggaran sebesar Rp1,5 triliun yang direncanakan berjalan secara berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
Proyek ditargetkan rampung pada tahun 2029 dan bisa mulai dimanfaatkan pada tahun 2030.
















