“Harapan kami sebagai pemuda, mari kita lestarikan karena momen ini mengingatkan kita akan nilai budaya yang sangat erat hubungannya dengan ucapan syukur kepada Jubata,” tambahnya.
Melalui momentum Naik Dango ke-41 ini, terselip harapan besar agar kearifan lokal yang mengajarkan nilai-nilai komunal, penghargaan terhadap alam, semangat menjaga ketahanan pangan, hingga pelestarian hutan adat dapat terus mengakar kuat dan diwariskan ke generasi Dayak selanjutnya.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Asal Muasal Suku Dayak Desa di Kalimantan Barat
(Mira)
















