“Belum produksi tapi sudah memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat kepulauan,” kata Abdul Rani.
Pihak legislatif optimistis bahwa percepatan pembangunan dan kelancaran operasional KIPP ke depan akan berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kayong Utara.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT DIB menegaskan bahwa proyek pembangunan ini memang ditargetkan untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor.
Baca Juga: Gandeng IPB, PT DIB Latih 64 Ibu-Ibu Desa Pelapis Olah Ikan Jadi Bakso dan Nugget Bernilai Ekonomis
Aktivitas pembangunan pabrik tidak hanya memacu perputaran ekonomi warga, tetapi juga membuka banyak peluang usaha baru serta mendongkrak permintaan bahan baku dari desa-desa penyangga di sekitar kawasan, seperti Desa Pelapis.
Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap masyarakat kepulauan, PT DIB juga rutin menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pokok warga, dukungan energi kelistrikan, hingga percepatan pemenuhan infrastruktur dasar di sekitar kawasan industri.
(*Red)
















