“Ini terobosan yang sangat baik. Kita berupaya mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, terlebih dengan adaptasi digitalisasi yang ada. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh lebih baik,” sebut Yandi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Pontianak merupakan kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa.
Oleh karena itu, sumber pendanaan pembangunan di Kota Khatulistiwa ini sangat bergantung pada sektor pajak, sehingga kesadaran masyarakat memiliki peran yang amat vital.
“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah membangun Kota Pontianak dengan kesadarannya membayar pajak,” tutupnya.
(FR)
















