Faktakalbar.id, PONTIANAK – Upaya pengendalian perubahan iklim tidak hanya berbicara soal pelestarian alam, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Hal ini menjadi bahasan utama dalam workshop yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar terkait Program Kampung Iklim (Proklim), Selasa (20/1).
Baca Juga: DLHK Kalbar Dorong Aksi Lingkungan Masyarakat Masuk Sistem Registri Nasional
Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Gusti Hardiansyah, yang juga anggota Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalbar, menekankan pentingnya keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.
Selama ini, aspek ekologi kerap terabaikan demi mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
Peluang Dana Global
Prof. Gusti menjelaskan bahwa jika aksi lingkungan masyarakat terdokumentasi dengan baik melalui sistem pemerintah, peluang mendapatkan dukungan dana global akan terbuka lebar.
“Harapannya dari aksi yang dilakukan masyarakat dan terdokumentasikan dengan baik, ada dukungan pendanaan dari dunia internasional untuk mendukung aksi yang dilakukan,” tukasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, berharap Program Kampung Iklim ini dapat meningkatkan status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM) serta berdampak pada ekonomi warga.
















